Selasa, 20 Januari 2015

07L - 25R

 “Flight attendants, prepare for take-off please.”
 
landing


Ada yang tau tentang angka di ujung landasan pacu di bandara?

... pasti pada nggak ngeh khan yak....

 
12L - 30R

Setiap bandara memiliki nama, misal Seokarno-Hatta untuk Jakarta, Raden Intan II buat Lampung, Sultan Iskanda Muda sebagai nama bandara di Banda Aceh.


Ternyata landasan pacu (runway) juga memiliki nama. Tapi namanya bukanlah nama pahlawan atau nama layaknya bandara. Lalu bagaimana setiap runway memiliki namanya?

IMG_0387
Jadi, setiap landasan pacu dinamai sesuai dengan posisinya terhadap kutub magnetis bumi.

Seperti telah kamu ketahui, arah mata angin berupa lingkaran penuh itu dibagi berdasarkan derajat (dari 00 hingga 3600).

Dimulai dari kutub utara, berputar “searah jarum jam” ke arah timur, selatan, barat, dan kembali lagi ke utara. (coba deh kalau 00 itu arah utara, maka berapa derajat untuk arah Timur, Selatan, dan Barat?)

IMG_5411
Runway
Cara penamaan bandara tersebut adalah dengan memberi angka yang menyatakan arah yang di”hadapi” oleh pesawat saat mendarat.

Arah itu dinyatakan dalam derajat, yaitu dengan pembulatan terdekat ke “sepuluhan” dan menampilkan hanya dua digit angka pertama. Misal arahnya 0730, maka dibulatkan 0700 dan ditulis sebagai 07. Sementara ujung landasan satunya lagi memiliki “lawan” sebesar 1800. dalam contoh tersebut diatas maka ujung landasan satulagi akan memiliki angka 073+180=253, dibulatkan 250, dan ditulis 25.

Dengan demikian pasangan yang ada untuk nama runway adalah :
01 - 19 | 02 - 20 | 03 - 21 | 04 - 22 | 05 - 23 | 06 - 24
07 - 25 | 08 - 26 | 09 - 27 | 10 - 28 | 11 - 29 | 12 - 30
13 - 31 | 14 - 32 | 15 - 33 | 16 - 34 | 17 - 35 | 18 - 36


cengkareng

Untuk contoh diatas, bandara tersebut memiliki runway bernama 07/25 (penamaan dimulai dengan angka yang terkecil).

Nah saat pilot akan mendaratkan pesawatnya, maka harus diperhatikan dari arah mana pesawat itu harus di daratkan. Kembali pada contoh diatas, runway 07/25, misal pilot dipersilahkan mendarat (landing) di landasan 07/25 menghadap timur. Maka pilot harus mendarat dari ujung 07,  bukan dari ujung 25 lho (kenapa hayo?).

Tadi khan udah dibahas kalo angka tersebut khan merupakan perutaran / rotasi dari 360' dan landingnya harus menghadap timur ( angka 07 = barat dan angka 25 = timur ) dengan patokan 360' di arah utara


Beberapa landasan yang paralel memberi tambahan notasi R/L untuk menandakan Right (kanan) dan Left (kiri). Juga untuk landasan yang paralel tiga buah, memberi notasi R/L/C, dengan C untuk Center (tengah).

Contoh, bandara internasional Soekarno hatta memiliki runway ganda 07/25 yang masing-masing memiliki akhiran R dan L.

Bagaimana jika sebuah bandara memiliki lebih dari 3 lajur yang paralel? Maka selain memberi kode L/R juga di buat perbedaan sebesar 100 untuk setiap landasannya, misal 25L/25R serta 26L/26R walaupun landasannya sama2 berarah 2520


okeeee.... udah ngerti khan?..... 

Livery 1969-1985 di body B737-800NG
L F W






 













“Flight attendants, prepare for landing please.”


Atas nama Wienn Air dan seluruh kru, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk bergabung dengan kami di perjalanan ini dan terimakasih untuk terbang bersama Wienn Air





hahahahah.... googling-googling ternyata nama gue dijadiin maskapai di Alaska sono....

#jauh....



(dari berbagai sumber)
(gambar skema : ilmuterbang.com )