“Flight attendants, prepare for take-off please.”
Ada yang tau tentang angka di ujung landasan pacu di bandara?
... pasti pada nggak ngeh khan yak....
Setiap bandara memiliki nama, misal Seokarno-Hatta untuk Jakarta, Raden Intan II buat Lampung, Sultan Iskanda Muda sebagai nama bandara di Banda Aceh.
Ternyata landasan
pacu (runway) juga memiliki nama. Tapi namanya bukanlah nama pahlawan
atau nama layaknya bandara. Lalu bagaimana setiap runway memiliki
namanya?
Jadi, setiap
landasan pacu dinamai sesuai dengan posisinya terhadap kutub magnetis bumi.
Seperti telah kamu ketahui, arah mata angin berupa lingkaran penuh itu
dibagi berdasarkan derajat (dari 00 hingga 3600).
Dimulai dari kutub utara, berputar “searah jarum jam” ke arah timur,
selatan, barat, dan kembali lagi ke utara. (coba deh kalau 00 itu arah utara, maka berapa derajat untuk arah Timur, Selatan, dan Barat?)
![]() | |||
| Runway |
Cara
penamaan bandara tersebut adalah dengan memberi angka yang menyatakan
arah yang di”hadapi” oleh pesawat saat mendarat.
Arah itu dinyatakan
dalam derajat, yaitu dengan pembulatan terdekat ke “sepuluhan” dan
menampilkan hanya dua digit angka pertama. Misal arahnya 0730, maka dibulatkan 0700 dan ditulis sebagai 07. Sementara ujung landasan satunya lagi memiliki “lawan” sebesar 1800.
dalam contoh tersebut diatas maka ujung landasan satulagi akan memiliki
angka 073+180=253, dibulatkan 250, dan ditulis 25.
Dengan demikian
pasangan yang ada untuk nama runway adalah
:
01 - 19 | 02 - 20 | 03 - 21 | 04 - 22 | 05 - 23 | 06 - 24
07 - 25 | 08 - 26 | 09 - 27 | 10 - 28 | 11 - 29 | 12 - 30
13 - 31 | 14 - 32 | 15 - 33 | 16 - 34 | 17 - 35 | 18 - 36
Untuk contoh diatas, bandara tersebut memiliki runway bernama 07/25 (penamaan dimulai dengan angka yang terkecil).
Nah saat pilot akan mendaratkan pesawatnya, maka harus diperhatikan
dari arah mana pesawat itu harus di daratkan. Kembali pada contoh
diatas, runway 07/25, misal pilot dipersilahkan mendarat (landing) di
landasan 07/25 menghadap timur. Maka pilot harus mendarat dari ujung
07, bukan dari ujung 25 lho (kenapa hayo?).
Tadi khan udah dibahas kalo angka tersebut khan merupakan perutaran / rotasi dari 360' dan landingnya harus menghadap timur ( angka 07 = barat dan angka 25 = timur ) dengan patokan 360' di arah utara
Beberapa landasan
yang paralel memberi tambahan notasi R/L untuk menandakan Right (kanan)
dan Left (kiri). Juga untuk landasan yang paralel tiga buah, memberi
notasi R/L/C, dengan C untuk Center (tengah).
Contoh, bandara
internasional Soekarno hatta memiliki runway ganda 07/25 yang
masing-masing memiliki akhiran R dan L.
Bagaimana jika sebuah bandara memiliki lebih dari 3 lajur yang paralel?
Maka selain memberi kode L/R juga di buat perbedaan sebesar 100 untuk setiap landasannya, misal 25L/25R serta 26L/26R walaupun landasannya sama2 berarah 2520.
okeeee.... udah ngerti khan?.....
![]() |
| Livery 1969-1985 di body B737-800NG |
![]() |
| L F W |
“Flight attendants, prepare for landing please.”
Atas
nama Wienn Air dan seluruh kru, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk
bergabung dengan kami di perjalanan ini dan terimakasih untuk terbang bersama Wienn Air
hahahahah.... googling-googling ternyata nama gue dijadiin maskapai di Alaska sono....
#jauh....
(dari berbagai sumber)
(gambar skema : ilmuterbang.com )

.jpg)






