Rabu, 19 November 2014

Hobby Nggak Bisa Bohong.....

Hai kamu.... iyaaa.... kamu...!!!!

2 Minggu yang lalu yang lalu ada lagi ajakan teman buat camping kedua kalinya .... ke Danau Buyan.. haseekkkk......cihuyyyy.......hadeh.... #mata berbinar....

Secara udah 2 bulan yang lalu terakhir berbuat  melakukan acara ini.....

sip skip skip....

Tapi acara camping ini, nggak kayak jaman kita sekolah dulu..... segala perabotan nyokap dibawa dari dari rumah...

Awal ceritanya..... #backsound lagu pitbull dangdutan

Camping sekarang cukup menarik, tinggal hubungi penjaga setempat, minta tenda disiapin, terserah mau ukuran yang berapa... ( mereka sih ngitungnya buat 3 orang, 6 orang atau 10 orang ).. Jadi akhirnya kita ngambil buat yang 3 orang...

Jadi yang ada kita telpon Bapaknya si penjaga Danau Buyan ...hihihihihih......dia manusia lho yak..!!!

Rincian biaya buat camping disini gak mahal kok...

IDR. 150.000 buat sewa tenda termasuk kasur...IYAAA..!!! ....KASUR, serta 3 bantal dan 3 selimut.

Tenda ber 3 yang jejer 4
Tenda buat ber 3
Karena kita udah telpon pak penjaga, trus kita datang setelah makan siang, sekitar jam 14sore WITA dan langsung beberes buat berbuat aneh-aneh  bikin acara api unggun malamnya.

Eh tapi bentar....... Gue juga bawa sepeda lho... jadinya asyik aja sesorean jalan-jalan keliling danau pake sepeda.... ternyata lumayan banyak temen-temen yang pada camping, ada yang bawa tenda sendiri, ada yang nebeng tenda orang ada juga yang kayak gue, sewa tenda plus kasur dan teman-temannya....Gak banyak yang gue poto saat keliling danau, tapi jalanan cukup lumayan terjal dan membuat gue ngos-ngosan dalam menjalani bersepeda, tapi dada berasa segar, tau dong ... banyak tumbuh-tumbuhan dan minim polisi polusi


Sepedaan
Berhubung kita hanya ingin menikmati malam tanpa repot, makanya kita beli nasi bungkus.
#camping abal-abal :p


Bikn sandwich telor
Ceplok Telor
Ceplok telor

Tau nggak, yang namanya camping khan bawaannya lapar, jadi yang ada tuh, kalo lapar, bikin ceplok telor, ditangkepin sama roti tawar jadinya berasa sandwich... trus makan sambil gitar-gitaran.... begitu aja terus sesiangan ini...

back to : #reff                    (emang lagu?)

Tapi teman, puncak acaranya adalah, ketika semuanya sibuk bergaya pasang api unggun.....seruuu banget......trus pada pada poto-poto, gak jelas deh..... 


anget-anget
api unggun
kayak camping beneran yak..!!

Tapi tanpa mengurangi esensi dari camping itu sendiri, makanya Gue barang peralatan perang, kayak kompor portable dan semua yang berhubungan, hahaha biar gaya, tapi belinya roti tawar, mie instant, telur ayam, selai strawberry, selai coklat, keju, kopi sachet tapi makan malam tetep di warung terdekat... hiks..!!

menjelang malam
#terima kasih TUHAN, sinyal hp nggak ada di sini......

Setelah seru-seruan, maen gitar, masak mie instant trus gue sih baring-baring aja di depan tenda dan melihat bintang dilangit seraya menebak-nebak rasi bintang yang ada...ahhhh..... tiba-tiba ada meteor dong, lewat..... siuuutttt........#lebay Lu..!!

ups.... gue lebay? oke mari kita pikirkan
seberapa sering kita melihat bintang dilangit?
kapan terakhir kita melihat bintang?
seberapa sering kita melihat meteor?
kapan terakhir kita melihat meteor?

Gue berani jamin banyakan liat label harga baju di mall, dibolak-balik tapi gak dibeli..... bener?

hahahaha.... gue masih inget rasi bintang scorpio ajaran guru gue di SD, trus juga rasi bintang waluku
sisanya sih gue lupa-lupa nggak ingat.....

Begitu pagi.....
Kukuruyuk kukuruyuk...
demikianlah ayam jantan berkokok
Budi lekas-lekas bangun
Wati juga sudah bangun
Iwan masih tidur
#bacaan SD kelas 1
#Balai Pustaka

CUT... CUT....!!!


Embun pagi ditengah danau
Embun pagi
memotret kabut
Kita jalan tuh pagi-pagi ke Danau Tamblingan sekedar buat mengejar embun naik dari air danau dan merasakan udara segar pagi.


Perahu dari batang kayu utuh
Di danau itu ada penyewaan perahu yang mereka sebut pedahu, yaitu perahu yang dibuat dari batang pohon yang dilubangi tengahnya.....yang nganter kita ke tengah danau...... seru-seruan deh..... kita di drop trus ntar di jemput lagi....


Santai di tengah danau

asyik khan duduk2 pagi ditengah danau, bawa kopi dan camilan kecil..... trus santai....

what a holiday.... 












Minggu, 16 November 2014

Surfing ... tentang Sejarah dan awalnya...


Dalam bahasa Indonesia biasa disebut berselancar, lebih dari sekadar gabungan pengidentitasan di atas. Surfing adalah seni juga olah raga menikmati alam. Surfing juga kebutuhan, industri, dan identitas.

Pada petualangan jenis ini juga ada unsur "penaklukan" sama seperti pada olah raga petualangan lainnya. Namun di sini ada tren dan mode. Dengan kata lain, surfing adalah life style atau gaya hidup. Seperti juga gaya hidup funker, yang bukan sekadar musik, surfer punya media sendiri, mode, tren, komunitas, dan tempat berkumpul.

Sejarah papan surfing bermula dari alat transportasi yang dipakai bermigrasi pertama kali bangsa Polinesia menuju Kalidonia Baru, Bagian barat Pulau Papua, Fiji, Samoa, Tonga, dan pulau-pulau sekelilingnya sekira 1.000-2.000 tahun sebelum Masehi.
Dari berbagai literatur ditemukan bahwa bangsa-bangsa tersebut mengarungi lautan dan mencapai pulau-pulau dengan menggunakan papan yang dibentuk sejenis kano ganda. Sedangkan saat migrasi kedua sekitar 300-900 tahun setelah Masehi bangsa Polinesia telah menggunakan kano-kano yang lebih panjang untuk mengarungi lautan.

surfing on sunset
Ada sebuah cerita rakyat di kepulauan Hawai dan Maui bahwa penduduk Polinesia juga menggunakan papan selancar sebagai alat perang mengusir penjajah. Mereka datang dari arah pantai mengepung musuh dengan menggunakan papan selancar dan senjata secara tiba-tiba.


Literatur modern sejarah surfing ditulis oleh James Cook, seorang navigator asal Inggris saat mendarat di Tahiti tahun 1777. Dalam buku catatannya ia menuliskan bahwa penduduk lokal telah memanfaatkan alat sejenis kano untuk bermain-main dengan ombak yang besar. Begitu juga pada pertengahan abad ke 18 banyak diberitakan para petualang dari Barat bahwa mulai dari Selandia Baru ke Amerika Selatan, Peru hingga Afrika Barat, Senegal dan Ghana, penduduk lokal pesisir pantai di sana telah terbiasa bermain-main dengan ombak. Bedanya di Afrika Barat mereka memakai alat yang sekarang dikenal dengan body board.


#pernah sixpack

Surfing modern mulai dikenal di Amerika Serikat pada awal abad ke 19-an dengan mulai dipertunjukan di pantai-pantai Selatan California. Kemudian menjadi "go international" setelah Tom Blake (warga AS) memenangkan beberapa kejuaraan surfing di sepanjang Pantai Pasifik. Ia juga memperkenalkan beberapa teknik sekaligus memamerkan beberapa aksi berbahaya meliuk-liuk di tebing ombak pada ribuan penonton di Hawai.



Petualangan menunggang ombak masuk ke Indonesia dibawa oleh wisatawan asal Amerika dan Australia pertama kali melalui Bali. Pada tahun 1940-an dikabarkan telah ada beberapa orang asing yang bermain surfing di Pantai Kuta. Begitu juga klub surfing pertama di Indonesia berdiri di Kuta sekitar tahun 1950-an. Kini klub-klub baru terus bermunculan baik lokal maupun gabungan lokal dan orang asing. Dan di Bali pun, khususnya Kuta, walau ombaknya bukan paling bagus untuk surfing di Indonesia tetapi tetap menjadi pusat perkembangan surfing di tanah air.


Bukan hanya klub, bar atau perkumpulan surfer yang berdiri di Kuta, beberapa tour operator juga telah lama membuat paket surf tour bagi peminat serius surfing. Dengan membayar sekian ribu dolar serta jumlah minimum peserta tercapai, jadilah mereka mengantar para wellenreiter (dalam bahasa Jerman yang artinya penunggang ombak) keliling nusantara hingga dua minggu lamanya. Jangan salah, mereka tidak mengantarnya dengan jalan darat tetapi dengan kapal, atau boat yang disewa.



Umumnya wisatawan asal Australia, Amerika, dan Jepang yang merajai pantai-pantai di pulau Bali, meskipun di antaranya ada juga peselancar dari Selandia Baru, Jerman, Perancis, Brasil, Afrika Selatan serta tidak jarang peselancar Indonesia ikut berpartisipasi menunggangi ombak.


Kegiatan ini terutama dilakukan pada bulan-bulan tertentu di mana matahari berada di sebelah barat ekuator, atau ketika musim dingin di Benua Australia. Pada saat ini rata-rata ombak perairan di Indonesia relatif besar sepanjang hari. 

Khususnya di Kuta sering diadakan kontes atau kejuaraan surfing, untuk pemula yang diikuti banyak peserta baik lokal maupun asing.


Jadi kapan kalian mau ke Bali dan main surfing?

Surfer dari Jepang


#timbang main ke Mall