Minggu, 16 November 2014

Surfing ... tentang Sejarah dan awalnya...


Dalam bahasa Indonesia biasa disebut berselancar, lebih dari sekadar gabungan pengidentitasan di atas. Surfing adalah seni juga olah raga menikmati alam. Surfing juga kebutuhan, industri, dan identitas.

Pada petualangan jenis ini juga ada unsur "penaklukan" sama seperti pada olah raga petualangan lainnya. Namun di sini ada tren dan mode. Dengan kata lain, surfing adalah life style atau gaya hidup. Seperti juga gaya hidup funker, yang bukan sekadar musik, surfer punya media sendiri, mode, tren, komunitas, dan tempat berkumpul.

Sejarah papan surfing bermula dari alat transportasi yang dipakai bermigrasi pertama kali bangsa Polinesia menuju Kalidonia Baru, Bagian barat Pulau Papua, Fiji, Samoa, Tonga, dan pulau-pulau sekelilingnya sekira 1.000-2.000 tahun sebelum Masehi.
Dari berbagai literatur ditemukan bahwa bangsa-bangsa tersebut mengarungi lautan dan mencapai pulau-pulau dengan menggunakan papan yang dibentuk sejenis kano ganda. Sedangkan saat migrasi kedua sekitar 300-900 tahun setelah Masehi bangsa Polinesia telah menggunakan kano-kano yang lebih panjang untuk mengarungi lautan.

surfing on sunset
Ada sebuah cerita rakyat di kepulauan Hawai dan Maui bahwa penduduk Polinesia juga menggunakan papan selancar sebagai alat perang mengusir penjajah. Mereka datang dari arah pantai mengepung musuh dengan menggunakan papan selancar dan senjata secara tiba-tiba.


Literatur modern sejarah surfing ditulis oleh James Cook, seorang navigator asal Inggris saat mendarat di Tahiti tahun 1777. Dalam buku catatannya ia menuliskan bahwa penduduk lokal telah memanfaatkan alat sejenis kano untuk bermain-main dengan ombak yang besar. Begitu juga pada pertengahan abad ke 18 banyak diberitakan para petualang dari Barat bahwa mulai dari Selandia Baru ke Amerika Selatan, Peru hingga Afrika Barat, Senegal dan Ghana, penduduk lokal pesisir pantai di sana telah terbiasa bermain-main dengan ombak. Bedanya di Afrika Barat mereka memakai alat yang sekarang dikenal dengan body board.


#pernah sixpack

Surfing modern mulai dikenal di Amerika Serikat pada awal abad ke 19-an dengan mulai dipertunjukan di pantai-pantai Selatan California. Kemudian menjadi "go international" setelah Tom Blake (warga AS) memenangkan beberapa kejuaraan surfing di sepanjang Pantai Pasifik. Ia juga memperkenalkan beberapa teknik sekaligus memamerkan beberapa aksi berbahaya meliuk-liuk di tebing ombak pada ribuan penonton di Hawai.



Petualangan menunggang ombak masuk ke Indonesia dibawa oleh wisatawan asal Amerika dan Australia pertama kali melalui Bali. Pada tahun 1940-an dikabarkan telah ada beberapa orang asing yang bermain surfing di Pantai Kuta. Begitu juga klub surfing pertama di Indonesia berdiri di Kuta sekitar tahun 1950-an. Kini klub-klub baru terus bermunculan baik lokal maupun gabungan lokal dan orang asing. Dan di Bali pun, khususnya Kuta, walau ombaknya bukan paling bagus untuk surfing di Indonesia tetapi tetap menjadi pusat perkembangan surfing di tanah air.


Bukan hanya klub, bar atau perkumpulan surfer yang berdiri di Kuta, beberapa tour operator juga telah lama membuat paket surf tour bagi peminat serius surfing. Dengan membayar sekian ribu dolar serta jumlah minimum peserta tercapai, jadilah mereka mengantar para wellenreiter (dalam bahasa Jerman yang artinya penunggang ombak) keliling nusantara hingga dua minggu lamanya. Jangan salah, mereka tidak mengantarnya dengan jalan darat tetapi dengan kapal, atau boat yang disewa.



Umumnya wisatawan asal Australia, Amerika, dan Jepang yang merajai pantai-pantai di pulau Bali, meskipun di antaranya ada juga peselancar dari Selandia Baru, Jerman, Perancis, Brasil, Afrika Selatan serta tidak jarang peselancar Indonesia ikut berpartisipasi menunggangi ombak.


Kegiatan ini terutama dilakukan pada bulan-bulan tertentu di mana matahari berada di sebelah barat ekuator, atau ketika musim dingin di Benua Australia. Pada saat ini rata-rata ombak perairan di Indonesia relatif besar sepanjang hari. 

Khususnya di Kuta sering diadakan kontes atau kejuaraan surfing, untuk pemula yang diikuti banyak peserta baik lokal maupun asing.


Jadi kapan kalian mau ke Bali dan main surfing?

Surfer dari Jepang


#timbang main ke Mall  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar