Dalam
bahasa Indonesia biasa disebut berselancar, lebih dari sekadar gabungan
pengidentitasan di atas. Surfing adalah seni juga olah raga menikmati alam.
Surfing juga kebutuhan, industri, dan identitas.
Pada petualangan jenis ini
juga ada unsur "penaklukan" sama seperti pada olah raga petualangan
lainnya. Namun di sini ada tren dan mode. Dengan kata lain, surfing adalah life
style atau gaya hidup. Seperti juga gaya hidup funker, yang bukan sekadar
musik, surfer punya media sendiri, mode, tren, komunitas, dan tempat berkumpul.
Sejarah papan surfing bermula dari alat transportasi yang dipakai bermigrasi
pertama kali bangsa Polinesia menuju Kalidonia Baru, Bagian barat Pulau Papua,
Fiji, Samoa, Tonga, dan pulau-pulau sekelilingnya sekira 1.000-2.000 tahun
sebelum Masehi.
Dari berbagai literatur ditemukan bahwa bangsa-bangsa tersebut
mengarungi lautan dan mencapai pulau-pulau dengan menggunakan papan yang
dibentuk sejenis kano ganda. Sedangkan saat migrasi kedua sekitar 300-900 tahun
setelah Masehi bangsa Polinesia telah menggunakan kano-kano yang lebih panjang
untuk mengarungi lautan.
![]() |
| surfing on sunset |
Ada sebuah cerita rakyat di kepulauan Hawai dan Maui
bahwa penduduk Polinesia juga menggunakan papan selancar sebagai alat perang
mengusir penjajah. Mereka datang dari arah pantai mengepung musuh dengan
menggunakan papan selancar dan senjata secara tiba-tiba.
Literatur modern sejarah surfing ditulis oleh James Cook, seorang navigator
asal Inggris saat mendarat di Tahiti tahun 1777. Dalam buku catatannya ia
menuliskan bahwa penduduk lokal telah memanfaatkan alat sejenis kano untuk
bermain-main dengan ombak yang besar. Begitu juga pada pertengahan abad ke 18
banyak diberitakan para petualang dari Barat bahwa mulai dari Selandia Baru ke
Amerika Selatan, Peru hingga Afrika Barat, Senegal dan Ghana, penduduk lokal
pesisir pantai di sana telah terbiasa bermain-main dengan ombak. Bedanya di
Afrika Barat mereka memakai alat yang sekarang dikenal dengan body board.
![]() |
| #pernah sixpack |
Surfing modern mulai dikenal di Amerika Serikat pada awal abad ke 19-an dengan
mulai dipertunjukan di pantai-pantai Selatan California. Kemudian menjadi
"go international" setelah Tom Blake (warga AS) memenangkan beberapa
kejuaraan surfing di sepanjang Pantai Pasifik. Ia juga memperkenalkan beberapa
teknik sekaligus memamerkan beberapa aksi berbahaya meliuk-liuk di tebing ombak
pada ribuan penonton di Hawai.
Petualangan menunggang ombak masuk ke Indonesia dibawa oleh wisatawan asal Amerika dan Australia pertama kali melalui Bali. Pada tahun
1940-an dikabarkan telah ada beberapa orang asing yang bermain surfing di
Pantai Kuta. Begitu juga klub surfing pertama di Indonesia berdiri di Kuta
sekitar tahun 1950-an. Kini klub-klub baru terus bermunculan baik lokal maupun
gabungan lokal dan orang asing. Dan di Bali pun, khususnya Kuta, walau ombaknya
bukan paling bagus untuk surfing di Indonesia tetapi tetap menjadi pusat
perkembangan surfing di tanah air.
Bukan hanya klub, bar atau perkumpulan surfer yang berdiri di Kuta, beberapa
tour operator juga telah lama membuat paket surf tour bagi peminat serius
surfing. Dengan membayar sekian ribu dolar serta jumlah minimum peserta
tercapai, jadilah mereka mengantar para wellenreiter (dalam bahasa Jerman yang
artinya penunggang ombak) keliling nusantara hingga dua minggu lamanya. Jangan
salah, mereka tidak mengantarnya dengan jalan darat tetapi dengan kapal, atau
boat yang disewa.
Umumnya wisatawan asal Australia, Amerika, dan Jepang yang merajai
pantai-pantai di pulau Bali, meskipun di antaranya ada juga peselancar dari
Selandia Baru, Jerman, Perancis, Brasil, Afrika Selatan serta tidak jarang
peselancar Indonesia ikut berpartisipasi menunggangi ombak.
Kegiatan ini
terutama dilakukan pada bulan-bulan tertentu di mana matahari berada di sebelah
barat ekuator, atau ketika musim dingin di Benua Australia. Pada saat ini
rata-rata ombak perairan di Indonesia relatif besar sepanjang hari.
Khususnya
di Kuta sering diadakan kontes atau kejuaraan surfing, untuk pemula yang
diikuti banyak peserta baik lokal maupun asing.
Jadi kapan kalian mau ke Bali dan main surfing?
![]() |
| Surfer dari Jepang |
#timbang main ke Mall




Tidak ada komentar:
Posting Komentar