Minggu, 30 April 2017

I've Been To LABENGKI ISLAND Too

aha...weekend lagi ....


Berbeda dengan seminggu lalu, gue udah menemukan spot liar untuk dinikmati dan lokasinya di Pulau Labengki.

Jadi akhirnya jam 7.00 wita mulailah perjalanan ini dari Kendari kota menuju ke Konawe Utara tepatnya desa Molawe.

pelabuhan Lasolo
Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam karena emang niat gak beru-buru sembari menikmati ruang dan waktu -ihiiirrr...-

desa Molawe
jalanan yang dilalui









– Pulau Labengki, adalah pulau yang terletak di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Gue juga baru tau kalau nama Labengki sendiri berasal dari bahasa daerah Tolaki “laabenggi” yang memiliki arti guci.

teluk cinta
Karena Pulau Labengki memiliki bentuk menyerupai sebuah guci jika dilihat dari kejauhan.

Mungkin nama Pulau Labengki masih asing buat kalian yang 'maennya kurang jauh' karena emang ini objek wisata baru berkembang di Sulawesi Tenggara.

Tapi sumpah deh, rasa asing itu tak ada artinya kalau aroma kecantikan dan aroma keindahan sudah berbicara.

Pulau Labengki sendiri udah terkenal dengan keindahan lautnya yang indah dan bisa bikin kalian untuk menyelami kehidupannya kedalamnya. Banyak yang bilang sebagai “miniatur” Raja Ampat.

gugusan pulau Labengki
Di pulau ini gue bisa menikmati keindahan terumbu karang yang cakep banget, pulau karang yang tumbuh secara alami yang mengelilingi pulau Labengki ini.



  

Gue snorkling dong, tapi khan gak bawa kamera dalam hati.. eh .. dalam air, makanya gak ada poto-potonya.

Yang namanya karang, keren banget, ikan sliweran depan mata gue, sampe kalo bisa gue ngomong, gue bakalan ngomong 'ati-ati gak usah baper, temen-temen ente banyak tuh di sekitar jembatan teriping' ... hahahaha

Disini ada daerah namanya jembatan teriping dimana sisi jalan buat jualan ikan dan kepiting.

#abaikan

Trus ada juga landscape teluk yang sangat populer di pulau Labengki ini, namanya Teluk Cinta.

Mengapa dinamai Teluk Cinta? Karena di teluk ini bentuknya sangat unik, jika terlihat dari udara kayak gambar hati (love). Oleh karena itu banyak orang yang kemudian menyebutnya tempat ini sebagai Teluk Cinta. #jomblo gak boleh baper.

Serunya lagi, di pulau ini banyak kerang Kima hewan langka dan dilindungi itu hidup di sela-sela karang dan bisa ditemui di kedalaman 20 meter.

Giant Kima
Ukuran kima di kawasan ini bisa mencapai 50 sentimeter yang merupakan spesies kima terbesar kedua di dunia sehingga kawasan ini dijadikan sebagai tempat penangkaran spesies kima terbesar di dunia.

Pelajaran dikit ya, biar kalo kesini gak kesasar ...

Secara administratif Pulau Labengki adalah sebuah desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Jarak dari kota Kendari, ibu kota provinsi sekitar 70 km.
Pulau ini terdiri dari beberapa gugusan pulau karang besar serta pulau karang kecil sehingga pulau ini dibagi menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.

menuju pulau labengki kecil
Puas maen di Pulau Labengki Besar, gue jalan ke Pulau Labengki Kecil.

pulau labengki kecil
Pulau Labengki Kecil ini dihuni oleh suku Bajo, dengan rumah yang berderet rapi, jalanan diplester semen dan anak-anak kecil ramai berkeliaran, mereka sangat ramah, tegur sapapun dilakukan.

kampung suku Bajo
Di pulau ini ada mercusuar dan kolam renang dalam goa dan selanjutnya gue memilih menyusuri pantai yang berpasir putih ... lagi enak-enak jalan, kaki gue terantuk sesuatu, tapi bukan karang ... #penasaran ... makanya gue gali-gali ... ebusettt ... nemu kerang KIMA segede gaban, perkiraan berat sekitar 10kg .... pengen rasanya gue bawa balik ke rumah dan gue jadiin tempat nasi... hahahaha....

gali kerang kima dipasir

 

Buat kalian yang pengen menikmati sensasi pulau Labengki pada malam hari, ada juga kok ... villa dimari yang sangat asyik dan exotic karena semua bahan yang digunakan merupakan bahan alami dan dibuat kayak model perumahan orang Bajo. Atap villa terbuat dari rumbia, lantai dari kayu dan dinding berbahan rotan dan bambu dan kalian bisa tidur dengan nyaman #jomblo dilarang Baper lagi

  

Gue ngerasain banget keindahan alam pulau Labengki yang serasa tinggal di alam bebas, gak ada polusi, suara burung, angin dan ombok begitu enak didengar selain itu juga pantai dengan pasir putih tersebar di setiap sudut pulau.

Asal tau, 

Akses Menuju Pulau Labengki sebenarnya banyak, tapi gue memilih lewat Lasolo desa Molawe,


Ketahuan khan sekarang kenapa gue lewat sono ... 

Kendari – Labengki

  • Jika kalian berangkat dari pelabuhan kota Kendari, bisa memilih kapal sesuai kebutuhan dan harganyapun bisa dikondisikan tapi waktu tempuh bisa sampai 5 jam dengan jarak 70 km.

Lasolo – Labengki

  • Sementara jika akses melalui pelabuhan kecamatan Lasolo (Konawe Utara), bisa ditempuh selama 1,5 jam perjalanan dengan jarak 34 km.

Sawa – Labengki

  • Pulau Labengki juga bisa diakses dari pelabuhan kecamatan Sawa (Konawe Utara), dan ini merupakan salah satu jalur terbaik karena pengunjung bisa diuntungkan dengan efisiensi waktu. Dari Sawa ke Labengki ditembuh selama 2 jam.
Guys, kalau kalian beruntung sepanjang perjalanan bakalan  “ditemani” dengan kawanan lumba-lumba yang unyu-unyu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar